Brogakard – Jaga Sirkulasi Darah & Jaga Jantung Anda
Banyak pasien merasa sudah "sembuh total" begitu ring atau bypass terpasang, lalu berhenti berolahraga dan kembali ke makanan digoreng serta tinggi lemak jenuh. Padahal, bagian tersulit justru baru dimulai.
HATI-HATI KETIKA ANDA MERASA
"Sudah dipasang ring, berarti sudah sembuh"
Ini keyakinan yang paling sering keliru dipahami pasien pasca PCI (pemasangan ring/stent) maupun CABG (bypass). Tindakan tersebut membuka atau melewati satu titik sumbatan yang paling kritis — tapi tidak menghentikan proses penyempitan pembuluh darah yang sedang berlangsung di seluruh sistem peredaran darah. Begitu rasa nyeri dada hilang, olahraga sering ditinggalkan, gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh kembali jadi menu harian, dan asupan antioksidan dari sayur serta buah menurun.
*Visualisasi Setelah Pasang Ring
Pola pikir ini bukan hanya keliru secara medis
Penelitian besar justru menunjukkan arah sebaliknya
Penelitian besar yang dipimpin oleh Dr. David J. Maron, ahli jantung dari Stanford School of Medicine
Memberikan temuan penting tentang penanganan penyakit jantung koroner. Dari hasil penelitian besar ini yang telah melibatkan ribuan pasien
5179Pasien
320Titik Random
37Negara
Menunjukkan bahwa hasil penelitian ini benar-benar valid dan mengubah paradigma yang selama ini diyakini bahwa pasien dengan penyumbatan arteri koroner jantung harus ditangani dengan pasang ring (Stenting) ataupun operasi bypass (CABG)
Dengan kata lain : pada pasien yang kondisinya stabil, memasang ring atau menjalani bypass tidak terbukti membuat mereka hidup lebih lama atau lebih terhindar dari serangan jantung berikutnya, dibandingkan pasien yang konsisten menjalani terapi obat dan menjaga gaya hidup. Yang membedakan hasil jangka panjang bukan prosedurnya — melainkan seberapa terjaga sirkulasi darah dan kesehatan pembuluh darah pasien setelahnya.
Temuan ini sejalan dengan meta-analisis Stergiopoulos dan Brown
8Uji Klinis Acak
7229Pasien CAD Stabil
Tidak menemukan manfaat pemasangan stent awal dibanding terapi medis saja terhadap angka kematian, infark non-fatal, maupun kebutuhan revaskularisasi ulang.
Selain itu sebagian besar pihak medis konvensional untuk menilai aliran pembuluh darah jantung adalah Angiografi yang hanya dapat mengidentifikasi aliran di pembuluh darah besar saja.
Pemeriksaan tersebut tidak dapat mendeteksi pembuluh darah kecil sehingga mereka berpendapat otot jantung hanya diberikan nutrisi oleh 4 pembuluh darah utama yaitu Left Main Artery (LMA), Left Circumflex Artery (LCX), Left Anterior Descending Artery (LAD), dan Right Coronary Artery (RCA).
Sehingga ketika terjadi sumbatan aliran di pembuluh-pembuluh darah tersebut, maka cara mengatasinya cukup dengan mengembangkan ring di area pembuluh darah tersebut dan masalah dianggap selesai.
Medis konvensional hanya melihat jantung berdasarkan 4 pembuluh darah besar jantung saja padahal jantung justru tersusun atas puluhan ribu cabang pembuluh darah mikro yang memberikan nutrisi ke otot jantung
Jika terjadi sumbatan di pembuluh darah besar maka secara logika di pembuluh darah kecil akan timbul sumbatan juga, justru risiko terjadinya lebih besar karena plak tersebut akan lebih mudah menyangkut di pembuluh darah kecil.
Ini adalah pencitraan pembuluh darah jantung asli dan real yang diambil langsung pada seorang pria berusia 24 tahun di salah satu rumah sakit Amerika. Dari gambar di atas jelas menunjukkan bahwa jantung tersusun atas puluhan ribu pembuluh darah mikro
Selama ini banyak orang menganggap bahwa membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung besar melalui pemasangan stent (ring) atau operasi bypass sudah cukup untuk mengatasi masalah jantung.
Padahal, kesehatan jantung tidak hanya ditentukan oleh pembuluh darah besar, tetapi juga oleh jutaan pembuluh darah kecil (mikrosirkulasi) yang bertugas mengantarkan oksigen dan nutrisi langsung ke sel-sel otot jantung.
Pembuluh darah besar berfungsi sebagai jalur utama aliran darah, sedangkan pembuluh darah mikro merupakan jalur akhir yang menyalurkan oksigen dan nutrisi ke jaringan otot jantung. Oleh karena itu, meskipun aliran darah pada pembuluh besar telah diperbaiki melalui tindakan medis seperti pemasangan stent atau bypass, fungsi pembuluh darah mikro tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi otot jantung
Hal ini didukung oleh Penelitian Nishi dkk. yang melibatkan :
572Pasien
8Pusat Kardiologi
4Negara
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa fungsi pembuluh darah mikro yang diukur setelah tindakan pemasangan stent berkaitan dengan kondisi pasien di masa mendatang. Pasien dengan gangguan fungsi mikrosirkulasi cenderung memiliki risiko keluhan dan kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan fungsi mikrosirkulasi yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan membuka pembuluh darah besar merupakan salah satu bagian penting dari penanganan penyakit jantung, namun perhatian terhadap kesehatan pembuluh darah mikro juga diperlukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi jantung secara menyeluruh.
Penelitian lain dari University of Florida juga menjelaskan bahwa pertukaran oksigen dan nutrisi dengan sel otot jantung terjadi pada tingkat pembuluh darah mikro.
Karena itu, kondisi mikrosirkulasi koroner saat ini semakin dipandang sebagai salah satu faktor penting yang turut memengaruhi kesehatan dan fungsi jantung.
Menariknya, pemeriksaan angiografi yang umum digunakan untuk melihat penyumbatan pembuluh darah jantung terutama memberikan gambaran pada pembuluh darah besar. Sementara itu, fungsi pembuluh darah mikro tidak selalu dapat dinilai secara langsung melalui pemeriksaan tersebut. Oleh sebab itu, pendekatan kesehatan jantung modern tidak hanya berfokus pada pembukaan sumbatan pembuluh darah besar, tetapi juga memperhatikan berbagai faktor yang dapat membantu menjaga kualitas sirkulasi darah hingga ke tingkat mikrosirkulasi.
Dengan demikian, menjaga kesehatan pembuluh darah mikro dapat menjadi bagian penting dari upaya pendampingan kesehatan jantung secara komprehensif, bersama dengan pengobatan medis yang direkomendasikan dokter, pengendalian faktor risiko, pola makan sehat, aktivitas fisik yang sesuai, serta pemantauan kesehatan secara berkala.
Referensi:
1. Nishi T, Murai T, Ciccarelli G, et al. Prognostic value of coronary microvascular function measured immediately after percutaneous coronary intervention in stable coronary artery disease. Circ Cardiovasc Interv. 2019;12(9):e007889.
2. Prakash RO, Chakrala TS, Feuer DS, Valdes CA, Pepine CJ, Keeley EC. Critical role of the coronary microvasculature in heart disease: From pathologic driving force to "innocent" bystander. Am Heart J Plus. 2023;30:100320.
*Visualisasi Setelah Pasang Ring*Visualisasi Setelah Operasi Bypass
Penyempitan Kembali Setelah Pasang Ring Bisa Terjadi
Dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai In-Stent Restenosis (ISR)
Pemasangan Ring (Stenting) adalah upaya merenggangkan pembuluh darah dan menahannya dengan sebuah ring untuk memperbesar diameter pembuluh darah tersebut dengan harapan akan terjadinya peningkatan aliran darah kepada pembuluh darah tersebut. Prosedur ini menggunakan alat yang sama dengan alat diagnosa kateterisasi yang telah dijelaskan sebelumnya.
Selain prosedurnya yang membutuhkan kontras dan menyebabkan risiko penurunan fungsi ginjal akibat cairan kontras yang bersifat toksik tersebut, risiko munculnya reaksi penolakan alami tubuh akibat respons asing karena ring yang dipasangkan juga menjadi hal yang patut menjadi pertimbangan.
Untuk itulah pihak medis konvensional akan memberikan obat anti pengentalan darah sebagai upaya mencegah terjadinya penggumpalan darah di lokasi ring tersebut. Sering kali upaya pencegahan itu tetap tidak berhasil mencegah terjadinya penggumpalan di dalam ring yang terpasang sehingga pasien mengalami ISR atau in-stent restenosis.
*Visualisasi in-Stent Restenosis (ISR)
Lihat Pemeriksaan MSCT Jantung Pasien ini yang Berusia 64 Tahun
Pada bagian pembuluh darah LAD didapati stent in-stent restenosis, total oklusi setelah stent
Kondisi ini sejalan dengan Penelitian yang diteliti oleh Michael S. Lee dan Gaurav Banka, mengenai In-Stent Restenosis setelah tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
Bahwa ISR umumnya muncul 6-12 bulan setelah tindakan PCI, dan paling sering disebabkan oleh proses Neointimal Hyperplasia, yaitu proliferasi otot vaskular yang menyebabkan penyempitan kembali lumen arteri atau ISR dapat terjadi 3-20% setelah pemasangan ring
Terbukti pada hasil Penelitian yang dilakukan oleh Dangas et al pada Journal of the American College of Cardiology. Selain itu menurut Penelitian oleh Roxana Mehran et al. mengenai “Angiographic Patterns of In-Stent Restenosis: Classification and Implications for Long-Term Outcome”
Bahwa bentuk ISR bisa berbeda-beda dan semakin parah penyumbatannya, semakin besar risiko pasien mengalami penyempitan ulang sehingga akan dilakukan tindakan pemasangan stent ulang di tempat yang sama
Referensi :
Lee MS, Banka G. In-stent restenosis. Interv Cardiol Clin. 2016;5(2):211–220. Dangas GD, Claessen BE, Caixeta A, Sanidas EA, Mintz GS, Mehran R. In-stent restenosis in the drug-eluting stent era. J Am Coll Cardiol. 2010;56(23):1897–1907.
Pentingnya Menjaga Sirkulasi Darah Anda
Ring dan bypass adalah perbaikan titik. Sirkulasi darah yang sehat adalah perlindungan menyeluruh. Pembuluh darah lain di luar titik yang diperbaiki tetap bisa menyempit bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan gaya hidup buruk.
Sirkulasi yang lancar berarti oksigen dan nutrisi tersalur baik ke seluruh otot jantung, endotel (lapisan dalam pembuluh darah) tetap lentur, dan risiko pembentukan plak baru maupun penggumpalan darah menurun. Inilah alasan mengapa olahraga rutin, pola makan rendah lemak jenuh
Brogakard hadir untuk melancarkan sirkulasi darah sebagai pencegahan dan pendampingan membantu menjaga stabilitas kondisi kardiovaskular dan pembuluh darah Anda.
Dalam paradigma kesehatan modern, integrasi antara terapi medis berbasis bukti dan obat bahan alam yang rasional merupakan langkah progresif.
Brogakard memiliki posisi yang relevan sebagai obat bahan alam tradisional untuk perawatan pendamping, khususnya dalam mendukung sirkulasi darah pembuluh kecil pada jantung dan kaitannya dengan pencegahan serta pendampingan kondisi stroke.
Dengan pendekatan alami dan suportif, produk ini dapat menjadi pilihan pendamping dalam upaya menjaga kesehatan kardiovaskular secara lebih komprehensif.
Dalam produk ini, terdapat beberapa komposisi bahan alam dapat membantu kesembuhan yang komprehensif sebagai berikut :
Ananas Comosus Ekstrak
Menurut Australian Government, Department of Health and Ageing, Office of the Gene Technology Regulator dengan judul The Biology of Ananas comosus var. comosus (Pineapple) menyatakan bahwa ekstrak nanas yang mengandung enzim bromelain memiliki aktivitas menghambat agregasi platelet, fibrinolitik dan antiinflamasi yang dapat membantu aliran mikrosirkulasi. Karena berperan pada koagulasi/agregasi, ekstrak nanas yang mengandung bromelain berpotensi pada klaim memperlancar sirkulasi
Referensi: Australian Government. Department of Health and Ageing. Office of the Gene Technology Regulator. The Biology of Ananas comosus var. comosus (Pineapple). Version 2. February 2008 [Internet]. Canberra: Australian Government; 2008 [cited 2025 Sep 29].
Lumbricus Rubellus Ekstrak
Menurut penelitian dengan judul Purification and proteomic analysis of potent fibrinolytic enzymes extracted from Lumbricus rubellus menunjukkan kemampuan fibrinolitik, mengurangi viskositas darah dan mendukung lisis fibrin/bekuan darah. Dan kandungan enzim lumbrokinase akan merangsang sintesis growth factor, di antaranya VEGF dan CXCL12 yang merupakan faktor angiogenik atau kolateral pada pembuluh darah jantung
Referensi: Nguyen QTT, Rhee H, Kim M, Lee MY, Lee EJ. Lumbrokinase, a fibrinolytic enzyme, prevents intra-abdominal adhesion by inhibiting the migrative and adhesive activities of fibroblast via attenuation of the AP-1/ICAM-1 signaling pathway. Biomed Res Int. 2023 Jan 12;2023:4050730. doi:10.1155/2023/4050730
Uncaria Gambir Ekstrak
Menurut review artikel yang berjudul Current Research of Phytochemical, Medicinal and Non-medicinal Uses of Uncaria gambir Roxb. menyatakan bahwa gambir kaya akan katekin/tanin (antioksidan) yang mendukung klaim perbaikan sirkulasi pembuluh darah melalui sifat antioksidan dan perbaikan profil lipid dengan mengurangi stres oksidatif (indirect support).
Referensi: Munggari IP, Kurnia D, Deawati Y, Julaeha E. Current research of phytochemical, medicinal and non-medicinal uses of Uncaria gambir Roxb.: a review. Molecules. 2022;27(19):6551.
Arthrospira Platensis Ekstrak
Menurut penelitian yang berjudul Quantifying the effects of spirulina supplementation on plasma lipid and glucose concentrations, body weight, and blood pressure menyatakan bahwa arthrospira atau spirulina memiliki banyak manfaat pada peningkatan marker pada sistem kardiovaskular seperti TC, LDL-C, TG, vLDL-C, FBG dan DBP jangka panjang sehingga dapat mendukung klaim memperlancar sirkulasi darah. Arthrospira atau spirulina mengandung fikosianin yang bersifat anti-inflamasi, antioksidan, dan vasoprotektif, dan studi menunjukkan spirulina dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi endotel, dan memperbaiki profil lipid, serta mendukung nutrisi mikro untuk keseimbangan tubuh terutama terhadap sistem imun dan metabolisme, sehingga tubuh lebih responsif terhadap gangguan sirkulasi.
Referensi: Huang H, Liao D, Pu R, Cui Y. Quantifying the effects of spirulina supplementation on plasma lipid and glucose concentrations, body weight, and blood pressure. Diabetes Metab Syndr Obes. 2018;11:729-742.
Video Lengkap Cara Kerja Brogakard
Berikut Bukti Medis Berupa Hasil Pemeriksaan Penunjang Pasien Jantung yang Menjalani Terapi Medis Konvensional dengan Dukungan Brogakard Sebagai Pendamping Berbahan Alam
HASIL PEMERIKSAAN ECHOCARDIOGRAPHY
Perubahan fungsi pompa jantung setelah kurang lebih 5 bulan pendampingan terapi
Sebelum Terapi08 Desember 2025
Ejection Fraction (EF)45,12%Di bawah nilai normal(53 - 77%)
PEMERIKSAAN AWAL
Hasil ini menandakan bahwa sel-sel jantung pasien mengalami kerusakan dan kematian akibat aliran darah yang tidak lancar karena penyakit jantung koroner.
Setelah kurang lebih 5 bulan, pemeriksaan echocardiography menunjukkan peningkatan fungsi jantung yang sangat signifikan dengan nilai EF mencapai 57,47%, yang sudah kembali dalam batas normal.
Hasil akan berbeda pada setiap kondisi pasien
HASIL PEMERIKSAAN ECHOCARDIOGRAPHY
Perubahan fungsi pompa jantung setelah kurang lebih 3 bulan pendampingan terapi
Sebelum Terapi16 Februari 2026
Ejection Fraction (EF)41,83%Di bawah nilai normal(53 - 77%)
PEMERIKSAAN AWAL
Hasil ini menandakan bahwa sel-sel jantung pasien mengalami kerusakan dan kematian akibat aliran darah yang tidak lancar karena penyakit jantung koroner.
Setelah kurang lebih 3 bulan, pemeriksaan echocardiography menunjukkan peningkatan fungsi jantung yang sangat signifikan dengan nilai EF mencapai 55,17%, yang sudah kembali dalam batas normal.
Hasil akan berbeda pada setiap kondisi pasien
HASIL PEMERIKSAAN ECHOCARDIOGRAPHY
Perubahan fungsi pompa jantung setelah kurang lebih 3 bulan pendampingan terapi
Sebelum Terapi02 Maret 2026
Ejection Fraction (EF)42,34%Di bawah nilai normal(53 - 77%)
PEMERIKSAAN AWAL
Hasil ini menandakan bahwa sel-sel jantung pasien mengalami kerusakan dan kematian akibat aliran darah yang tidak lancar karena penyakit jantung koroner.
Setelah kurang lebih 3 bulan, pemeriksaan echocardiography menunjukkan peningkatan fungsi jantung yang sangat signifikan dengan nilai EF mencapai 62,70%, yang sudah kembali dalam batas normal.
Hasil akan berbeda pada setiap kondisi pasien
HASIL PEMERIKSAAN ECHOCARDIOGRAPHY
Perubahan fungsi pompa jantung setelah kurang lebih 6 bulan pendampingan terapi
Sebelum Terapi23 November 2025
Ejection Fraction (EF)23,63%Di bawah nilai normal(53 - 77%)
PEMERIKSAAN AWAL
Hasil ini menandakan bahwa sel-sel jantung pasien mengalami kerusakan dan kematian akibat aliran darah yang tidak lancar karena penyakit jantung koroner.
Setelah kurang lebih 6 bulan, pemeriksaan echocardiography menunjukkan peningkatan fungsi jantung yang sangat signifikan dengan nilai EF mencapai 51,88%, yang sudah mendekati batas normal.
Hasil akan berbeda pada setiap kondisi pasien
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Brogakard?
Brogakard adalah obat bahan alam tradisional yang terdaftar di BPOM RI dengan nomor TR 253 098 801. Secara tradisional digunakan untuk membantu sirkulasi darah, dengan kandungan ekstrak Ananas comosus (nanas), Lumbricus rubellus, Uncaria gambir, dan Arthrospira platensis (spirulina).
Apakah Brogakard menggantikan obat dari dokter?
Tidak. Brogakard diposisikan sebagai pendamping, bukan pengganti obat atau tindakan medis dari dokter. Tetap minum obat sesuai resep, jangan menghentikan atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter, dan tetap lakukan kontrol rutin.
Bolehkah diminum bersama obat pengencer darah atau obat jantung lainnya?
Beberapa bahan Brogakard memiliki sifat yang berkaitan dengan pembekuan darah, sehingga perlu kehati-hatian bila dikonsumsi bersama obat antiplatelet atau antikoagulan (pengencer darah). Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda dan informasikan seluruh obat yang sedang diminum.
Apakah aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, atau sebelum operasi?
Bagi ibu hamil dan menyusui, pasien dengan gangguan pembekuan darah, atau yang akan menjalani operasi maupun tindakan medis, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi. Hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul reaksi yang tidak biasa.
Kapan harus segera ke dokter atau IGD?
Segera ke IGD atau hubungi 119 bila mengalami:
Nyeri dada hebat atau terasa ditekan lebih dari beberapa menit
Nyeri menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung
Sesak napas, keringat dingin, mual, atau pingsan
Gejala stroke: wajah mencong, lengan/tungkai lemah, bicara pelo
Jangan menunda penanganan medis.
Bagaimana cara memesan Brogakard?
Klik tombol Order untuk memesan langsung melalui toko resmi, atau hubungi admin melalui WhatsApp 0812-2003-0083.